PROBOLINGGO – PC KOPRI PMII Probolinggo mendorong sinergi lintas sektor dalam upaya menekan angka kekerasan seksual melalui audiensi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Probolinggo, Selasa (21/04/2026).
Audiensi yang digelar di kantor DP3AP2KB tersebut dihadiri langsung oleh Kepala DP3AP2KB A’at Kardono bersama jajaran kepala bidang, yakni Rigustina, dr. Adi Nugroho WD, dan Dian Rachmawati.
Ketua PC KOPRI PMII Probolinggo, Arina Rosada Nuriyah Murdiyanto, menyampaikan bahwa pertemuan ini dilatarbelakangi meningkatnya kasus pelecehan dan kekerasan seksual yang berdampak luas, khususnya terhadap perempuan.
“Audiensi ini kami lakukan sebagai bentuk silaturahmi sekaligus upaya bersama untuk membahas persoalan pelecehan dan kekerasan seksual di Kabupaten Probolinggo yang berdampak luas, khususnya bagi perempuan,” ujarnya.
Menurutnya, persoalan tersebut memerlukan langkah kolaboratif antara organisasi kepemudaan dan pemerintah daerah agar penanganannya lebih optimal.
Perkuat Edukasi dan Pendampingan Terintegrasi
Menanggapi hal tersebut, Kepala DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo, A’at Kardono, mengapresiasi langkah KOPRI dalam membuka ruang dialog.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran teman-teman KOPRI. Audiensi ini menjadi langkah positif untuk berdiskusi dan mencari solusi bersama atas persoalan yang ada,” tuturnya.
Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Rigustina, menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah membentuk Satgas Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan.
Satgas ini berperan dalam upaya pencegahan hingga pendampingan korban kekerasan.
Ia juga menyampaikan bahwa Kabupaten Probolinggo telah meraih predikat Madya sebagai Kabupaten Layak Anak.
Sebagai tindak lanjut, KOPRI PMII Probolinggo menawarkan kerja sama konkret melalui berbagai kegiatan edukatif dan preventif di tengah masyarakat.
“Kami berharap kolaborasi ini dapat direalisasikan melalui beragam kegiatan edukatif dan preventif,” kata Arina.
Ia menambahkan, KOPRI juga telah membentuk Satgas SP3 (Satuan Tugas Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan) sebagai bentuk komitmen dalam pendampingan perempuan.
“Pembentukan Satgas SP3 ini merupakan wujud komitmen kami dalam memberikan pendampingan kepada perempuan, sehingga upaya yang dilakukan dapat berjalan lebih nyata dan berkelanjutan,” pungkasnya.