WAKATOBI, - Meski agenda kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) masih beberapa tahun lagi, sejumlah tokoh muda di Wakatobi mulai menyuarakan harapan. Mereka menginginkan agar ke depan, pemimpin yang terpilih sebagai Bupati Wakatobi adalah sosok yang lebih baik dari sebelumnya.
Salah satu tokoh pemuda, Suprianto, menilai bahwa masyarakat Wakatobi saat ini cenderung pesimis terhadap kinerja pemerintahan yang berjalan. Menurutnya, realitas yang ada masih jauh dari harapan publik.
Ia menegaskan bahwa masyarakat kini membutuhkan sosok baru dalam kepemimpinan daerah.
“Masyarakat sudah berulang kali melihat drama politik yang monoton. Ke depan, masyarakat menginginkan figur baru yang tidak memiliki keterikatan dengan masa lalu dan tidak memiliki beban dosa politik. Jika hanya pandai berbicara saat kamera menyala, itu bukan lagi zamannya, masyarakat sudah bosan,” ujar Suprianto, Rabu (17/62026).
Sementara itu, tokoh pemuda lainnya, Bung Fiko, menilai bahwa masyarakat saat ini tidak membutuhkan tambahan janji dari para pejabat maupun calon pemimpin. Sebaliknya, masyarakat justru menginginkan penyelesaian nyata atas berbagai persoalan yang selama ini terabaikan.
“Saat ini masyarakat tidak kekurangan janji. Rakyat justru lelah melihat pejabat yang sibuk mempertahankan kekuasaan, sementara masalah publik dibiarkan tanpa arah,” kata Fiko.
Menurut keduanya, figur pemimpin yang diharapkan adalah sosok yang memiliki integritas serta rekam jejak yang bersih dari persoalan hukum maupun kontroversi politik di masa lalu.
Mereka pun menyebut salah satu nama yang dinilai memenuhi kriteria tersebut, yakni Ali Kamar Halim, anggota DPRD yang telah menjabat selama tiga periode sekaligus salah satu ketua partai politik di Wakatobi.
Sosok Ali Kamar Halim dinilai memiliki pengalaman politik yang matang, namun tidak pernah terseret dalam persoalan yang mencoreng kepercayaan publik. Pengalaman panjangnya di legislatif dianggap menjadi modal penting dalam memahami tata kelola pemerintahan serta kebutuhan masyarakat.
Suprianto menambahkan bahwa masyarakat tidak hanya membutuhkan figur baru, tetapi juga sosok yang matang, berpengalaman, dan memiliki rekam jejak yang baik.
“Tentu masyarakat Wakatobi membutuhkan sosok baru yang bersih dan memahami liku-liku politik. Bukan figur lama atau sosok yang lahir dari kekuasaan sebelumnya,” tegasnya.
Fiko kembali menegaskan bahwa masyarakat menginginkan pemimpin yang benar-benar fokus pada kepentingan rakyat, bukan sekadar mempertahankan kekuasaan.
“Saat ini masyarakat tidak kekurangan janji. Rakyat sudah lelah melihat pejabat yang sibuk mempertahankan kekuasaan, sementara masalah publik dibiarkan tanpa arah,” ujarnya.
Diketahui, nama Ali Kamar Halim mulai diperbincangkan sebagai salah satu figur alternatif dalam bursa calon pemimpin Wakatobi menjelang Pilkada 2029. Rekam jejaknya yang dinilai bersih, ditambah pengalamannya sebagai anggota DPRD selama tiga periode, menjadi alasan mengapa sebagian kalangan mulai menaruh harapan kepadanya.
Menurut para pemuda tersebut, masyarakat Wakatobi membutuhkan pemimpin yang tidak hanya hadir melalui janji dan pencitraan, tetapi juga mampu menunjukkan keteladanan, integritas, serta keberpihakan nyata terhadap kepentingan publik.