LensaData.org, Probolinggo - Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Nurul Jadid (UNUJA) menetapkan 452 mahasiswa sebagai lulusan dalam Yudisium Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Kamis (22/10/2026), mulai pukul 13.00 WIB.
Yudisium menjadi penanda penyelesaian tahapan akademik para mahasiswa dari sembilan program studi di lingkungan FAI UNUJA. Kegiatan ini diikuti oleh 452 peserta dan dihadiri para ketua program studi.
Kesembilan program studi tersebut meliputi Pendidikan Agama Islam, Komunikasi dan Penyiaran Islam, Ekonomi Syariah, Hukum Keluarga, Pendidikan Bahasa Arab, Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Perbankan Syariah, Manajemen Pendidikan Islam, serta Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para peserta mengikuti rangkaian acara dengan tertib, mulai dari sambutan dekan hingga pengumuman hasil akhir kelulusan.
Dalam sambutannya, Dekan FAI UNUJA, Dr. H. Ahmad Fawaid, M.Th.I., menjelaskan bahwa yudisium merupakan salah satu tahapan akademik yang harus dilalui mahasiswa sebelum mengikuti prosesi wisuda. Melalui penetapan tersebut, para lulusan secara administratif berhak menyandang gelar akademik sesuai dengan program studi masing-masing.
Ahmad Fawaid mengingatkan bahwa kelulusan perguruan tinggi bukanlah akhir dari proses belajar. Sebaliknya, pencapaian tersebut menjadi awal bagi para sarjana untuk terus mengembangkan pengetahuan, meningkatkan kapasitas diri, serta menghadirkan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Ia juga menyampaikan kebanggaannya atas capaian FAI UNUJA. Dalam sambutannya, ia menyinggung bahwa 60 persen bagian fakultas telah memperoleh predikat unggul, disertai pengakuan dari berbagai institusi di dalam maupun luar negeri, termasuk sertifikasi ISO.
Selain capaian akademik, Ahmad Fawaid menekankan pentingnya menjaga hubungan baik antara alumni dan fakultas. Menurutnya, para lulusan diharapkan tetap menjalin silaturahmi serta memberikan masukan berdasarkan pengalaman mereka di masyarakat dan dunia kerja. Umpan balik tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas dan pengembangan fakultas pada masa mendatang.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pendidikan tinggi tidak semestinya hanya diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan pribadi. Ilmu pengetahuan dan gelar akademik, menurutnya, juga harus menjadi bekal untuk memberikan manfaat bagi orang lain.
Ia menyoroti kondisi sebagian masyarakat, terutama anak-anak di sejumlah daerah, yang masih menghadapi keterbatasan ekonomi sehingga mengalami kesulitan dalam mengakses pendidikan. Situasi tersebut menjadi tantangan bagi para sarjana untuk ikut berperan dalam memperluas kesempatan belajar dan membantu kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Karena itu, Ahmad Fawaid berharap para lulusan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh selama kuliah melalui tindakan nyata. Dengan demikian, keberhasilan akademik tidak hanya menjadi pencapaian individual, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Setelah sambutan dekan, acara dilanjutkan dengan penyampaian hasil akhir kelulusan kepada peserta dari masing-masing program studi. Proses tersebut dilaksanakan oleh panitia yudisium dengan saksama. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pembacaan doa bersama.
Sebagai bagian dari penutup kegiatan, para lulusan berfoto bersama dengan ketua program studi masing-masing. Momen tersebut menjadi bagian dari rangkaian yudisium sebelum mereka melangkah ke tahap berikutnya, baik memasuki dunia kerja, melanjutkan pendidikan, maupun mengabdikan diri kepada masyarakat.
Sebanyak 452 lulusan tersebut dijadwalkan mengikuti prosesi wisuda pada Ahad (25/10/2026) di halaman Universitas Nurul Jadid. Para lulusan diharapkan terus mengembangkan kemampuan, menjaga nama baik almamater, serta mengamalkan ilmu yang telah diperoleh agar kehadiran mereka dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas.