PROBOLINGGO – Guna menyambut dan memperingati Tahun Baru Islam, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Liprak Kidul menggelar kegiatan Ziarah Kubur massal ke makam para sesepuh, tokoh, serta almarhum warga NU setempat pada Minggu (14/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh puluhan pengurus struktural, kader badan otonom (Banom), serta warga nahdliyin dari pagi hingga siang hari.
Sejak pukul 06.00 WIB, para peserta ziarah sudah berkumpul di titik pemberangkatan.
Dengan mengendarai kendaraan roda dua, rombongan bergerak menyusuri satu per satu lokasi pemakaman yang tersebar di wilayah Liprak Kidul dan sekitarnya.
Di setiap pusara, gema tahlil, tahmid, dan doa bersama terlantun dengan khusyuk untuk para pendahulu yang telah berjasa menanamkan fondasi keislaman di desa tersebut.
Ketua Ranting NU Liprak Kidul, Ustadz Kholili, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda spiritual penting yang tidak hanya sekadar ritual tahunan, melainkan sarana merawat memori kolektif perjuangan para pendahulu.
"Alhamdulillah, pada momentum Tahun Baru Islam ini, ada 23 makam yang kita ziarahi bersama," ujarnya.
Menurutnya, perjalanan spiritual ini kita mulai dari pagi hari dan baru selesai menjelang siang. Ini adalah bentuk takzim dan bakti kita kepada para almarhum warga, sesepuh, dan pejuang NU yang telah mendahului kita.
Lebih lanjut, Ustadz Kholili menjelaskan bahwa tradisi ziarah ini memiliki akar sejarah dan metodologi dakwah yang kuat, menyambung langsung pada tradisi yang diwariskan oleh para Walisongo.
"Apa yang kita lakukan hari ini adalah cerminan dari dakwah manhaj Walisongo yang dirawat erat oleh Nahdlatul Ulama," tambahnya
Baginya, Walisongo dahulu menanamkan Islam di Nusantara tidak dengan memberangus tradisi lokal, melainkan merawatnya dan mengisinya dengan nilai-nilai tauhid dan ukhuwah. Ziarah ini adalah jembatan spiritual.
"Kita mendoakan yang wafat, dan bagi kita yang hidup, ini adalah pengingat (pengingat kematian) sekaligus pemompa semangat untuk melanjutkan estafet perjuangan Islam yang ramah, damai, dan berbudaya," pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Ranting NU Liprak Kidul berharap generasi muda NU (kader IPNU-IPPNU dan Ansor) dapat mengambil keteladanan dari para tokoh yang diziarahi. Acara ziarah masal ini ditutup dengan doa keselamatan bersama demi kedamaian, keberkahan, serta persatuan umat di memasuki tahun baru Islam.