PROBOLINGGO  - TP PKK Kabupaten Probolinggo menggelar kegiatan Pelatihan Pengelolaan Sampah Skala Rumah Tangga pada Rabu, 20 Mei 2026, bertempat di Gedung Serbaguna Hutaka atau Hutan Kota Kraksaan.

Kegiatan ini digelar sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, dalam mengelola sampah rumah tangga secara lebih baik, mandiri, dan bernilai ekonomis. Sampah rumah tangga dinilai sebagai salah satu persoalan lingkungan yang masih menjadi tantangan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Jika tidak dikelola dengan baik, sampah dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari pencemaran lingkungan, banjir, bau tidak sedap, hingga munculnya penyakit. Namun, di sisi lain, sampah juga dapat memiliki nilai ekonomi apabila masyarakat memiliki keterampilan dalam memilah dan mengolahnya.

Melalui pelatihan ini, TP PKK Kabupaten Probolinggo mengajak masyarakat untuk mengubah cara pandang terhadap sampah, yaitu dari sampah menjadi berkah. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya memilah sampah organik dan anorganik, membuat kompos, ecobrick, serta mengolah sampah menjadi kerajinan daur ulang yang memiliki nilai guna.

Peran ibu-ibu PKK dinilai sangat strategis dalam membangun kebiasaan baik di lingkungan keluarga dan masyarakat. Sebagai pengelola rumah tangga sekaligus agen perubahan, ibu-ibu diharapkan mampu menjadi pelopor dalam menerapkan pola hidup bersih, sehat, dan ramah lingkungan.

Kegiatan pelatihan ini diawali dengan registrasi peserta pada pukul 07.00 hingga 08.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PKK, doa, laporan panitia, serta sambutan dari Ketua TP PKK. Setelah itu, peserta mengikuti tiga sesi penyampaian materi yang disampaikan oleh narasumber.

Materi pertama disampaikan oleh Ny. Umi Hanian Fahmi AHZ, dilanjutkan materi kedua oleh Ny. Hostifa, dan materi ketiga oleh Ny. Titin Agustini. Setelah sesi materi, peserta mengikuti diskusi dan tanya jawab, kemudian dilanjutkan dengan praktik pengelolaan sampah rumah tangga.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami teori pengelolaan sampah, tetapi juga mampu mempraktikkannya secara langsung di rumah masing-masing. Ilmu yang diperoleh diharapkan dapat diteruskan kepada keluarga, tetangga, dan lingkungan sekitar.

Pelatihan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mendorong terwujudnya desa yang lebih bersih, sehat, dan mandiri dalam pengelolaan sampah. Dengan keterlibatan aktif masyarakat, terutama ibu-ibu PKK, pengelolaan sampah rumah tangga diharapkan dapat menjadi gerakan bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih asri dan produktif.

TP PKK Kabupaten Probolinggo berharap kegiatan ini dapat menjadi awal perubahan perilaku masyarakat dalam memperlakukan sampah. Sampah tidak lagi dipandang sebagai barang sisa yang tidak berguna, tetapi sebagai potensi yang dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Dengan semangat kebersamaan, pelatihan ini diharapkan mampu mendukung terwujudnya Kabupaten Probolinggo yang bersih, sehat, mandiri, dan ramah lingkungan.