BANYUANYAR – Suasana khidmat menyelimuti lingkungan MA Sunan Kalijaga, Banyuanyar Tengah, pada Senin pagi (6/4). Madrasah yang dikenal dengan dedikasinya dalam pendidikan karakter ini tengah memasuki babak penting, yakni Visitasi Akreditasi sekolah. Proses penilaian menyeluruh ini  berlangsung selama dua hari penuh hingga Selasa, 7 April 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari siklus lima tahunan untuk mengukur kelayakan madrasah berdasarkan standar nasional pendidikan, mulai dari aspek kurikulum hingga sarana penunjang siswa.

Target Nilai A

Kepala MA Sunan Kalijaga, Hafidz, menyatakan bahwa seluruh elemen madrasah telah bersiap menyambut momentum ini. Ia tidak memungkiri adanya ambisi positif untuk meraih hasil maksimal dibandingkan periode sebelumnya.

"Saat ini status kami adalah akreditasi B. Tentu, melalui persiapan matang ini, kami optimis bisa mempertahankannya, bahkan target besar kami adalah naik ke peringkat A (Unggul). Ini bukan sekadar mengejar nilai, tapi bukti peningkatan kualitas kami kepada wali murid," tegasnya.

Ia juga memuji kolektivitas kerja para guru yang menjadi tulang punggung dalam penyusunan instrumen akreditasi yang cukup kompleks.

"Saya sangat bangga dan berterima kasih kepada rekan-rekan guru. Mereka adalah tim hebat yang menyiapkan segala dokumen dan bukti fisik tanpa kenal lelah. Saya berharap, hasil dari visitasi ini menjadi pemantik semangat kami untuk terus mencetak lulusan yang berkualitas di masa mendatang," tambahnya.

Apresiasi dari Yayasan

Dukungan kuat juga datang dari Ahmad Ubaidillah, Ketua Yayasan Tarbiyatul Islam (YTI). Ia hadir langsung untuk memantau jalannya visitasi dan memberikan dukungan kepada jajaran manajemen madrasah.

Ahmad Ubaidillah menyampaikan rasa bangganya terhadap unit pendidikan di bawah naungan YTI Walisongo yang senantiasa patuh pada regulasi pemerintah terkait standarisasi pendidikan.

"Kami mengapresiasi kerja keras lembaga yang ada di bawah naungan YTI Walisongo, khususnya MA Sunan Kalijaga yang sedang berjuang dalam proses akreditasi ini. Ini adalah langkah nyata dalam menjaga marwah pendidikan Islam yang profesional," ungkap Ahmad Ubaidillah.

Ia berharap proses ini berjalan objektif dan memberikan hasil terbaik bagi masa depan madrasah. "Harapan besar kami adalah visitasi ini melahirkan rekomendasi yang membangun. Semoga MA Sunan Kalijaga terus konsisten menjadi lembaga pendidikan yang kredibel dan mampu menjawab tantangan zaman," tutupnya.